Rasa Ruang
Mock-up ipyum sebagaimana terlihat pada tampilan satelit Google Maps di akhir tahun 2027
Manusia sepenuhnya adalah makhluk visual. Menarik sekali bagaimana sebuah gambar bisa memengaruhi cara kita berpikir.
Hal itu sangat saya rasakan ketika saya baru-baru ini menyadari bahwa Google telah memperbarui foto satelit ipyum. Untuk pertama kalinya, beberapa bangunan yang sudah kami dirikan—serta perubahan yang kami buat pada lanskap di lokasi terpencil ini—terlihat jelas dari atas. Dari situlah muncul dorongan untuk membuat gambaran seperti apa tampilan ipyum dari citra satelit pada tahun 2027.
Dari target menjadi sesuatu yang nyata
Sampai sekarang, kami memiliki target dalam pikiran: berapa banyak guest house di atas air, berapa banyak di pantai, dan gambaran umum bagaimana semuanya akan tersusun. Saya bahkan sudah membuat rencana kawasan, semacam gambar arsitektural. Namun rasanya tetap berbeda.
Bekerja langsung dengan citra satelit—memotong, menempatkan, memindahkan bangunan, dan melihat hubungannya dengan daratan—memberikan pengalaman yang sama sekali lain. Rencana yang selama ini terasa seperti mimpi, tiba-tiba menjadi nyata.
Melihat ke tahun 2027
Gambar di bagian atas blog ini adalah sebuah mock-up sederhana. Detailnya masih terbatas, namun arahnya jelas. Pada tahun 2027, rencananya ipyum akan memiliki sepuluh guest house di atas air, sepuluh guest house di pantai, dua area makan, kolam mata air, lahan pertanian, serta akomodasi untuk sekitar 25 staf.
Kami juga akan memiliki rumah pemilik di atas air (dan akhirnya tidak lagi “tunawisma”), akomodasi staf yang layak, serta area servis yang dirancang tidak hanya untuk operasional harian, tetapi juga untuk mendukung pengembangan setelah 2027. Sistem tenaga surya yang ada akan kami gandakan kapasitasnya, dan kami akan mengoperasikan pertanian yang sepenuhnya berfungsi—yang berarti kami juga harus menyelesaikan masalah masuknya air pasang dengan tanggul pasang yang permanen.
Akan ada juga Terazza Pizza: teras pizza dengan oven kayu bakar sungguhan. Beberapa prioritas memang tidak bisa ditawar.
Detail yang membuat perbedaan
Kami akan melakukan penyempurnaan seperti membangun jetty yang menghubungkan sistem air—termasuk platform dan sistem tenaga suryanya—dengan kolam mata air. Di ujung jetty utama, kami juga akan menambahkan boathouse, yaitu area sandar tertutup untuk kedatangan dan keberangkatan tamu serta keperluan transfer.
Hal yang tak kalah penting, meskipun tidak terlihat pada gambar, adalah workshop terpencil dengan sistem tenaga surya yang berdiri sendiri. Ini memungkinkan kami membangun bangunan ipyum di luar lokasi dan merakitnya kembali secara tenang di ipyum saat properti sudah beroperasi; sehingga proses konstruksi tidak mengganggu pengalaman tamu.
Itu semua adalah target besar untuk dicapai dalam waktu sekitar satu setengah tahun—antara pembukaan pada pertengahan 2026 hingga akhir 2027.
Saya belum tahu bagaimana kami akan membiayai pertumbuhan ini, atau bagaimana tepatnya semuanya akan dikelola dalam rentang waktu tersebut. Namun itulah tujuannya. Dan bagi saya, tantangan seperti ini justru terasa masuk akal.
Seperti kata Alanis Morissette dalam lagu You Learn:
“Saya menyarankan Anda mengambil tantangan lebih besar dari yang bisa Anda hadapi—saya sendiri selalu melakukannya.”